
BELAJAR DEMOGRAFI DENGAN PERMAINAN ULAR TANGGA KEPENDUDUKAN
Peningkatan mutu pendidikan formal di sekolah dipengaruhi oleh keberhasilan proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar tersebut dipengaruhi oleh berbagai komponen yang mendukung dan saling berkaitan satu sama lain, yaitu guru, siswa, media, dan metode pembelajaran. Diantara komponen tersebut masing-masing mempunyai peranan yang mempengaruhi optimalnya proses pembelajaran. Seorang guru dikatakan berhasil jika dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik. Hal ini diuraikan oleh James (dalam Elida Prayitno, 1989: 1)
Berkaitan dengan proses belajar siswa, motivasi belajar sangat diperlukan. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan berusaha untuk mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan harapan untuk memperoleh hasil yang baik. Siswa yang memiliki motivasi yang baik dan kuat, maka kegiatan belajar mengajar akan berhasil dengan baik. Hal ini didukung oleh pendapat Sardiman (2102: 84)
Berkaitan dengan pendapat yang telah diuraikan mengenai ciri-ciri motivasi yang tinggi, jika siswa tidak memiliki ciri-ciri tersebut dapat dikatakan bahwa siswa memiliki motivasi yang rendah. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Elida Prayitno (1989: 10) yang mengemukakan bahwa siswa yang memiliki motivasi rendah, mereka menampakkan keengganan, cepat bosan, dan berusaha menghindar dari kegiatan belajar. Apabila siswa memiliki motivasi yang rendah akan berdampak pada proses pembelajaran tidak berlangsung dengan optimal (Elida Prayitno, 1989: 8). Berdasarkan pendapat tersebut, jika pembelajaran tidak berlangsung dengan optimal akan timbul 2 kerugian pada beberapa pihak, salah satunya bagi siswa itu sendiri. Kerugian pada siswa yang memiliki motivasi rendah adalah tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik sehingga menimbulkan permasalahan pada disiplin dalam belajar. Disiplin belajar yang dimaksud antara lain, siswa mengerjakan dan menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, siswa juga bertanggungjawab terhadap keberhasilan belajarnya. Dilihat dari jenis motivasi ada dua yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik berasal dari luar diri siswa, contohnya adanya pujian, hadiah, hukuman, kondisi tempat atau lingkungan belajar.
SMA Negeri 6 Semarang merupakan salah satu sekolah menengah atas yang berbasis kependudukan di Provinsi Jawa Tengah. Sekolah ini memiliki fasilitas dan sarana prasarana yang memadai. Siswa yang bersekolah di sini merupakan warga sekitar sekolah dengan kemampuan belajar dan motivasi yang berbeda beda. Berkaitan dengan SMA N 6 Semarang sebagai Sekolah Siaga Kependudukan di Provinsi Jawa Tengah. Penulis mencoba untuk menerapkan model pembelajaran dengan menggunakan permainan ular tangga kependudukan ( Snake and Ladder Population Game) pada materi Dinamika Masalah kependudukan di kelas XI peminatan IPS.
Permainan ular tangga kependudukan ini dilaksanakan selama proses pembelajaran tatap muka atau setelah pandemi covid-19 berakhir, sebagai sarana bagi siswa untuk mengerjakan evaluasi pada materi pembelajaran geografi, khususnya pada materi dinamika masalah penduduk. Karena guru ingin mengajak siswa belajar tentang materi dinamika masalah kependudukan sambil bermain. Salah satu motivasi siswa yang ingin guru fokuskan untuk ditingkatkan adalah siswa senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal kependudukan. Salah satu caranya dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa. Pemilihan media yang tepat diharapkan dapat mengoptimalkan pembelajaran di kelas. Salah satu media pembelajaran alternatif adalah dengan permainan ular tangga kependudukan, untuk mengatasi permasalahan yang telah disampaikan, yaitu terkait dengan motivasi belajar siswa yang rendah.
Permainan ular tangga dapat dibuat menjadi media pembelajaran yang efektif, karena sifat permainan yang sederhana dan mengasyikkan dapat membuat siswa antusias dalam bermain (M. Husna A, 2009: 143). Berdasarkan alasan tersebut maka permainan ular tangga kependudukan dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif bagi siswa. Materi Dinamika Masalah Kependudukan sangat cocok jika menggunakan media permainan ular tangga, karena terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa. Siswa memahami materi tidak hanya menghafal, tetapi melalui permainan ular tangga kependudukan siswa diharapkan lebih mudah memahami materi tersebut, sehingga tertarik untuk mencari permasalahan yang terkait dalam kehidupan sehari-hari.